SMPN 1 Tarakan Pangkas Jam Belajar Dampak Kabut Asap Ganggu Kesehatan Siswa

SMPN 1 Tarakan Pangkas Jam Belajar Dampak Kabut Asap Ganggu Kesehatan Siswa

Tarakan - Kabut asap yang menyelimuti Kota Tarakan mulai berdampak terhadap kesehatan siswa dan efektivitas pembelajaran di SMP Negeri 1 Tarakan. Sekolah mencatat lebih dari 200 siswa mengeluhkan gangguan kesehatan, sementara waktu belajar dikurangi untuk menyesuaikan kebijakan Pemerintah Kota Tarakan.

Wakil Kepala Sekolah Bidang Hubungan Masyarakat (Waka Humas) SMPN 1 Tarakan, Johansyah, mengatakan kabut asap mengganggu kenyamanan siswa saat mengikuti kegiatan belajar mengajar (KBM), terutama karena keluhan kesehatan yang dialami sejumlah siswa.

Menurutnya, keluhan yang muncul antara lain sesak napas, batuk, dan pilek. Pihak sekolah juga telah mengoordinasikan data keluhan tersebut dengan Dinas Pendidikan.

“Banyak yang mengeluhkan sesak napas, terus batuk, pilek. Itu hampir kami data lebih dari 200 siswa sudah dikoordinasikan dengan Dinas Pendidikan,” ujar Johansyah.

Dampak kabut asap juga dirasakan dalam pelaksanaan pembelajaran di kelas. Johansyah menjelaskan, sekolah tetap melaksanakan pembelajaran tatap muka, tetapi durasi setiap jam pelajaran dikurangi dari 40 menit menjadi 30 menit sesuai surat edaran Wali Kota Tarakan beserta ketentuan turunannya dari Dinas Pendidikan.

Penyesuaian tersebut membuat siswa pulang lebih awal. Namun, pengurangan waktu belajar menjadi tantangan bagi guru dalam menyampaikan materi dan memenuhi target pembelajaran yang telah ditetapkan.

Johansyah menyebut kondisi kesehatan siswa turut memengaruhi kenyamanan belajar di kelas. Bahkan, menurutnya, sejumlah siswa mengeluhkan sakit pada bagian tenggorokan. Guru juga merasakan dampak kabut asap selama kegiatan pembelajaran berlangsung.

Di sisi lain, kegiatan belajar mengajar tetap berjalan dengan penyesuaian waktu sesuai kebijakan yang berlaku. Pihak sekolah telah menyampaikan data keluhan kesehatan siswa kepada Dinas Pendidikan untuk dikoordinasikan lebih lanjut.

Kondisi tersebut menunjukkan perlunya perhatian terhadap kesehatan warga sekolah sekaligus keberlangsungan pembelajaran selama kabut asap masih mengganggu aktivitas masyarakat di Tarakan. (Agung)

Sumber : RRI Tarakan

Berita Setelahnya Berita Sebelumnya