Jangan Tunggu Anak Lahir, Wali Kota: Cegah Stunting Sejak Dalam Kandungan
TARAKAN - Wali Kota Tarakan, dr. H. Khairul, M.Kes., menegaskan bahwa perang melawan stunting harus dimulai sejak bayi masih berada dalam kandungan. Hal itu disampaikan saat menghadiri Maternity Expo Puskesmas Gunung Lingkas, di hadapan sekitar 100 ibu hamil. Khairul mengingatkan, pengalaman pandemi COVID-19 pada 2019–2020 ketika aktivitas Posyandu dan pemeriksaan ibu hamil terganggu turut berdampak pada tingginya angka stunting Tarakan yang saat itu mencapai sekitar 25 persen.
Kini, angka tersebut menunjukkan penurunan signifikan. Khairul menyebut berdasarkan informasi yang diterimanya, prevalensi stunting Tarakan melalui SSGI berada sekitar 12 persen, sedangkan berdasarkan EPPGM sekitar 4 persen dan Gunung Lingkas sekitar 4,2 persen. “Kalau kita ingin menghasilkan generasi yang bagus, yang cerdas, yang hebat, yang unggul, dimulainya dari proses kehamilan. Kalau sudah lahir, tidak banyak lagi yang bisa dilakukan,” tegasnya.
Karena itu, Khairul mendorong ibu hamil tidak menunda pemeriksaan hingga memasuki trimester akhir. Pemeriksaan minimal enam kali selama kehamilan harus dipenuhi dan, bila memungkinkan, dilakukan setiap bulan untuk mendeteksi sejak dini risiko seperti hipertensi dan komplikasi kehamilan. Menurutnya, keterlambatan pemeriksaan dapat meningkatkan risiko terhadap keselamatan ibu dan bayi sekaligus menghambat upaya menekan angka kematian ibu, angka kematian bayi, dan stunting.
Khairul menegaskan keberhasilan Maternity Expo tidak boleh hanya diukur dari meriahnya kegiatan, tetapi dari dampaknya di lapangan. “Bukan hanya seremoninya yang kita butuhkan, tetapi dampaknya. Kalau di sini terjadi zero kematian ibu, zero kematian bayi, dan tidak ada stunting, baru saya anggap berhasil,” ujarnya. Ia pun mengapresiasi kolaborasi Puskesmas Gunung Lingkas, Pertamina Patra Niaga, BPJS Kesehatan, kecamatan, kelurahan, kader Posyandu dan seluruh pihak yang terlibat dalam menyiapkan generasi emas Tarakan 2045.

