Wawali Tarakan Buka Rakor dan Monev Audit Kasus Stunting, Tekankan Penguatan Program GENTING
Dalam sambutannya, Wakil Wali Kota menyampaikan apresiasi terhadap seluruh pihak yang telah bekerja keras menurunkan prevalensi stunting di Kota Tarakan, yang pada 2024 tercatat sebesar 12,6 persen. Ia menegaskan bahwa meski terjadi penurunan, pekerjaan belum selesai dan dibutuhkan langkah yang lebih terarah, terukur, serta kolaboratif untuk mencapai target penurunan stunting secara berkelanjutan.
Ibnu Saud Is menekankan bahwa stunting bukan hanya persoalan kesehatan, melainkan tantangan pembangunan sumber daya manusia. Program Audit Kasus Stunting dianggap sangat penting untuk memastikan intervensi tepat sasaran dan memberikan pendampingan baik di tingkat kota maupun kelurahan. Evaluasi yang dilakukan diharapkan dapat mengidentifikasi akar masalah serta memperbaiki alur layanan.
Wakil Wali Kota juga memberikan apresiasi terhadap Gerakan Orang Tua Asuh Atasi Stunting (GENTING) sebagai bentuk nyata gotong-royong masyarakat dalam membantu keluarga berisiko stunting. Ia mengajak seluruh pemangku kepentingan untuk terus memperkuat koordinasi, memastikan program tepat sasaran, serta melakukan intervensi sejak dini demi mempercepat penurunan stunting di Kota Tarakan

