PDAM Tirta Alam Tarakan Siapkan Langkah Antisipasi Hadapi Kemarau Panjang
Tarakan - Perumda Air Minum (PDAM) Tirta Alam Kota Tarakan menyiapkan sejumlah langkah untuk mengantisipasi kemarau berkepanjangan yang dipicu fenomena El Nino. Langkah itu meliputi penambahan pompa di Embung Indulung, peningkatan frekuensi pengambilan air, dan penyaluran air bersih lewat mobil tangki ke wilayah yang tidak terjangkau jaringan pipa.
Manajer Produksi PDAM Tirta Alam Tarakan, Sunarto, mengatakan sejumlah sumber air baku andalan perusahaan saat ini masih berada dalam kondisi krisis. El Nino disebut mengurangi curah hujan secara signifikan dan memicu kekeringan panjang di Indonesia.
Menurut Sunarto, fenomena ini bukan kejadian baru bagi Tarakan. Ia menyebut El Nino berulang dalam siklus sekitar enam hingga delapan tahun, dengan kejadian terakhir pada 2016.
"Kita ambil yang tercepat untuk mengantisipasi kejadian seperti ini. Karena El Nino, saya lihat memang enam sampai delapan tahun terjadi, terakhir terjadi di 2016," ujarnya.
Sebagai langkah utama, PDAM akan menambah pompa berkapasitas 100 Liter per detik (I/s) di Embung Indulung dalam waktu dekat. Saat ini terpasang dua unit pompa di embung tersebut, dan akan ditambah satu unit sehingga menjadi tiga. Sunarto menyebut penambahan itu merupakan langkah cepat yang diambil Direktur PDAM Tirta Alam, Iwan.
"Dalam waktu dekat akan menambahkan pompa, pompa ini nanti kita pasang di Embung Indulung. Sekarang baru ada dua pompa, nanti kami tambahin satu pompa lagi menjadi tiga pompa, dengan menaikkan frekuensi pengambilan air, mungkin untuk wilayah Tarakan Timur dan Tarakan Tengah teratasi," kata Sunarto.
Di sisi lain, PDAM telah menyalurkan bantuan air bersih menggunakan mobil tangki, terutama ke kawasan pesisir dan daerah yang sulit dijangkau jaringan pipa. Sunarto mengatakan hampir seluruh permohonan bantuan datang dari wilayah-wilayah tersebut.
Penyaluran dengan mobil tangki akan terus dilakukan selama krisis air baku belum teratasi. (Dinda)
Sumber : RRI Tarakan

