Hujan Tak Menentu, PDAM Tarakan Sebut Embung Binalatung Masih Minim Cadangan Air
Tarakan - Hujan yang mengguyur Kota Tarakan dalam beberapa hari terakhir mulai menambah cadangan air baku di sejumlah embung. Namun, Perumda Air Minum Tirta Alam Tarakan menyebut ketersediaan air di Embung Binalatung Kampung Satu dan Embung Persemaian masih terbatas, sehingga kebutuhan distribusi air di sejumlah wilayah tetap menjadi perhatian.
Manajer Produksi Perumda Air Minum Tirta Alam Tarakan, Sunarto S.M., mengatakan Embung Rawasari telah melimpah sekitar delapan sentimeter. Sementara itu, Embung Bengawan dan Embung Indulung juga dilaporkan telah melimpah.
Meski demikian, kondisi tersebut belum merata di seluruh sumber air baku. Sunarto menyebut Embung Binalatung Kampung Satu masih mengalami kekurangan, terutama untuk mendukung kebutuhan wilayah Tarakan Tengah dan Tarakan Timur.
“Kalau kondisi seperti ini, mungkin bisa sepuluh hari ke depan, khusus Tarakan Barat dan Tarakan Utara dampaknya tidak seberapa besar. Tapi untuk wilayah Tarakan Tengah dan Tarakan Timur, embung kami masih minus,” ujar Sunarto (21/10/2026).
Ia memperkirakan cadangan air di sejumlah wilayah masih dapat bertahan sekitar tujuh hingga sepuluh hari dalam kondisi saat ini. Namun, perkiraan tersebut perlu dilihat sesuai kondisi masing-masing wilayah dan perkembangan ketersediaan air baku.
Di sisi lain, keluhan distribusi air belum merata masih disampaikan warga, termasuk di kawasan belakang BRI, Kelurahan Selumit Pantai. Warga mengeluhkan pasokan air yang disebut hanya menjangkau bagian depan permukiman.
Menanggapi kondisi tersebut, Sunarto menyatakan Perumda siap memberikan bantuan air gratis bagi warga yang membutuhkan. Ketua RT diminta mengajukan surat permohonan kepada Perumda atau menghubungi dirinya untuk mendapatkan arahan terkait pengajuan bantuan.
Ia menegaskan, penyaluran air menggunakan mobil tangki dapat dilakukan selama kendaraan mampu menjangkau lokasi permukiman. Perumda juga menjelaskan pelayanan distribusi perlu diatur karena mencakup berbagai instalasi, termasuk puskesmas dan rumah sakit, sehingga waktu pengiriman bergantung pada jarak dan kebutuhan pelayanan.
Dengan kondisi cadangan air yang belum merata, warga yang mengalami kesulitan pasokan diimbau berkoordinasi melalui pengurus RT agar kebutuhan bantuan dapat ditindaklanjuti oleh Perumda Air Minum Tirta Alam Tarakan. (Agung)
Sumber : RRI Tarakan

