Wali Kota Tarakan: Cegah LGBT pada Anak Dimulai dari Rumah, Bukan Sekadar Aturan
Tarakan - Wali Kota Tarakan dr. H. Khairul, M.Kes menyebut benteng paling kuat melindungi anak dari pengaruh negatif termasuk LGBT bukan berada di sekolah atau kantor pemerintah, tapi di rumah.
Hal itu disampaikannya saat peringatan Hari Anak Nasional ke-42 di SMPN 2 Tarakan, Kamis (23/7/2026) dengan tema "Sayang Anak, Sayang Indonesia".
“Yang paling utama dari orang tua. Orang tua ini harus menjaga pergaulan anak-anaknya. Pendidikan agama, pendidikan psikologi. Karena LGBT ini multikompleks,” ujar Khairul kepada awak media.
Ia memetakan tiga pemicu utama. Yaitu pergaulan, pemahaman agama yang kurang dan faktor psikologis. Menurutnya, "deviasi sosial" seringkali berawal dari cara orang tua memperlakukan anak di rumah.
“Deviasi sosial ini biasanya dimulai dari rumah. Mengenai cara memperlakukan anak-anak ini yang tidak semestinya sehingga mengarah kepada lingkungan itu. Jadi pencegahan pertama itu dimulai dari rumah,” tegas Khairul.
Alumni Fakultas Kedokteran Unhas Makassar ini mengajak orang tua lebih peka terhadap siapa teman bergaul anak dan perkembangan psikologisnya. Baginya, perlindungan di ruang kelas dan ruang digital penting, tapi fondasinya tetap keluarga.
“Anak-anak kita ini akan tumbuh dalam situasi fisik dan psikologis yang baik. Mereka pondasi untuk mencapai Indonesia Emas 2045,” pungkas Khairul. (Rajab)
Sumber : RRI Tarakan

