Disdik Tarakan dan Stakeholder Sepakati Komitmen SPMB Objektif dan Transparan
TARAKAN - Dinas Pendidikan (Disdik) Kota Tarakan menggelar Forum Konsultasi Publik sekaligus penandatanganan komitmen bersama terkait pelaksanaan Seleksi Penerimaan Murid Baru (SPMB) tahun ajaran 2026/2027.
Kegiatan ini berlangsung di Ruang Pertemuan SMP Negeri 1 Tarakan pada Sabtu (27/6/2026)buang turut dihadiri Wali Kota Tarakan, dr. H. Khairul, M.Kes.
Langkah ini diambil guna memastikan seluruh proses seleksi berjalan secara objektif, transparan, akuntabel, dan tanpa diskriminasi.
Kepala Disdik Tarakan, Tamrin Toha, menegaskan bahwa forum ini melibatkan seluruh stakeholder pendidikan agar memiliki pemahaman dan visi yang sama demi menyukseskan SPMB tahun ini.
"Hari ini kita kumpul dengan semua stakeholder yang berkaitan dengan pendidikan untuk melakukan komitmen bersama. Kami bersyukur semua pihak telah menyatakan komitmennya dan ikut bertandatangan. Harapan kami dari Dinas Pendidikan, pelaksanaan SPMB tahun ini tidak ada masalah," ujar Tamrin Toha kepada awak media disela kegiatan.
Tamrin menjelaskan bahwa sesuai dengan arahan Wali Kota Tarakan, setiap anak dan warga negara berhak mendapatkan layanan pendidikan yang layak tanpa ada hambatan atau diskriminasi.
Untuk mendukung hal tersebut, pihaknya telah membangun sistem pendaftaran berbasis online.
"Kita sudah bangun sistem berbasis online yang bisa dipantau oleh masyarakat secara real-time. Jadi semua transparan. Kami ingin memastikan tidak ada pihak yang direpotkan karena sistemnya sudah siap," tegas Tamrin.
Saat ditanya mengenai kesiapan menjelang hari H, Tamrin menegaskan bahwa Disdik Tarakan sudah sangat siap, mulai dari tahapan perencanaan, sosialisasi, konsultasi publik, hingga ke tahap eksekusi.
Proses pendaftaran SPMB sendiri dijadwalkan dimulai pada tanggal 29 Juni hingga 3 Juli 2026.
Pada tahun ajaran 2026/2027 ini, kuota daya tampung untuk tingkat Sekolah Dasar (SD) mencapai sekitar 4.000-an siswa, sementara untuk tingkat Sekolah Menengah Pertama (SMP) negeri dan swasta tercatat sebanyak 4.195 siswa.
Disdik Tarakan menargetkan Angka Partisipasi Sekolah (APS) bisa mencapai 100%. Tamrin juga mengimbau kepada seluruh lapisan masyarakat untuk aktif mendorong anak-anak usia sekolah agar mendaftarkan diri.
"Tujuan dari SPMB ini adalah bagaimana anak-anak usia sekolah semuanya bisa masuk sekolah. Kami mengajak masyarakat, jika ada anak yang belum bersekolah, ayo didorong dan dibantu untuk mendaftar," tegas Tamrin.
Dengan telah banyaknya sekolah di Tarakan, Tamrin menegaskan tidak ada alasan lagi untuk tidak bersekolah. Di Tarakan sendiri sudah hadir sekolah baik negeri maupun swasta.
Tidak hanya itu, selain sekolah formal reguler, pemerintah pusat dan daerah juga menyiapkan opsi sekolah lain untuk mengakomodasi kebutuhan warga.
Salah satunya adalah rencana pembukaan Sekolah Nasional Terintegrasi yang merupakan program sekolah unggulan dari pemerintah pusat.
Mengenai waktu operasional dan penerimaan murid baru untuk sekolah unggulan tersebut, Disdik Tarakan masih menunggu instruksi resmi dari Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah. Namun, dua opsi tempat proses belajar mengajar (PBM) telah disiapkan.
"Ada dua opsi lokasi yang kami tawarkan, pertama di SMPN 14, kemudian ada Sekolah Rakyat (sekolah transisi) yang sekarang menggunakan gedung LLK. Tinggal pusat nanti menentukan memilih yang mana," jelas Tamrin.
Bagi masyarakat kurang mampu, Pemerintah Kota Tarakan juga memastikan bahwa kuota dan fasilitas khusus telah disiapkan agar tidak ada alasan bagi anak-anak di Tarakan untuk putus sekolah. (Rajab)
Sumber : RRI Tarakan

