FKIP UBT dan INOVASI Gelar Pelatihan Kepemimpinan untuk Perkuat Changemakers Pendidikan di Tarakan
Pelatihan dibuka secara resmi oleh Rektor Universitas Borneo Tarakan, **Prof. Dr. Yahya Ahmad Zein, S.H., M.H**, yang menegaskan pentingnya peran manajer madya sebagai jembatan strategis antara pengambil kebijakan dan pelaksana di lapangan. "Posisi ini sangat menentukan arah tata kelola organisasi. Pelatihan seperti ini menjadi momentum bagi FKIP untuk memperkuat kompetensi kepemimpinan," ujarnya.
Provincial Manager INOVASI Kalimantan Utara, **Agus Prayitno**, menyampaikan bahwa kegiatan ini merupakan bagian dari komitmen INOVASI dalam mendukung keberlanjutan program pendidikan di lima kabupaten/kota mitra, termasuk Kota Tarakan. Ia menjelaskan sejumlah program yang dijalankan di Kalimantan Utara, seperti pengembangan sekolah aman, literasi numerasi, pendidikan inklusi, dan literasi perbatasan. "Kami berharap FKIP UBT dapat menjadi mitra strategis yang melanjutkan peran-peran penting ini hingga setelah program berakhir tahun 2031," ungkapnya.
Sesi pelatihan dipandu oleh **Emmy**, Gender and Child Protection Lead INOVASI, yang mengajak peserta menetapkan ruang aman serta tujuh aturan kelas sebagai prinsip pembelajaran bersama. Peserta juga mengikuti sesi perkenalan kreatif dan *Pre-Test* sebelum memasuki materi inti. Kegiatan ini mendorong refleksi pengalaman, penguatan perspektif GEDSI (Gender, Disability, and Social Inclusion), serta peningkatan kemampuan manajerial peserta.
Melalui pelatihan ini, FKIP UBT dan INOVASI berharap terbentuknya **Tim Changemakers**, yakni kelompok penggerak perubahan yang mampu memajukan ekosistem pendidikan yang aman, inklusif, dan berpihak pada pembelajaran. Pelatihan ini juga menjadi langkah awal konsolidasi berkelanjutan dalam penguatan kapasitas pendidik dan institusi pendidikan di Kota Tarakan serta wilayah Kalimantan Utara.
